Edukasi Pertolongan Pertama pada Kader Siswa terhadap Bahaya Gigitan Ular dan Keracunan di Sekolah Wilayah Karawang

Penulis

  • Viky Noviani Hemu Universitas Horizon Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58467/jpmkp.v1i1.309

Kata Kunci:

edukasi kesehatan, kader siswa, gigitan ular, keracunan, pertolongan pertama

Abstrak

Kondisi kegawatdaruratan seperti gigitan ular dan keracunan masih menjadi permasalahan kesehatan yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah. Rendahnya pengetahuan kader siswa mengenai pertolongan pertama dapat menyebabkan keterlambatan penanganan serta meningkatkan risiko komplikasi pada korban. Oleh karena itu, edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan kader siswa dalam menghadapi kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader siswa mengenai pertolongan pertama pada kasus gigitan ular dan keracunan melalui edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan desain one-group pre-test–post-test. Sebanyak 321 kader siswa dari beberapa sekolah menengah atas/sederajat di wilayah Karawang mengikuti edukasi yang meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, diskusi interaktif menggunakan media presentasi, leaflet, dan poster, serta diakhiri dengan post-test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,1 menjadi 17,6. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Kesimpulan: Edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan kader siswa mengenai pertolongan pertama pada kasus gigitan ular dan keracunan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan kader siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah.

Referensi

American Heart Association. (2020). Basic Life Support Provider Manual. Dallas, TX: American Heart Association.

Arifin, M. (2021). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pertolongan pertama pada siswa sekolah. Jurnal Keperawatan Indonesia, 14(2), 115–122.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2022). Laporan Tahunan Kejadian Keracunan Pangan di Indonesia. Jakarta: BPOM RI.

Centers for Disease Control and Prevention. (2023). About First Aid. Atlanta, GA: U.S. Department of Health and Human Services.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach (4th ed.). New York: McGraw-Hill.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pertolongan Pertama dan Kegawatdaruratan di Lingkungan Sekolah. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Mawarni, D., Fitriani, S., & Putri, R. (2023). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pertolongan pertama kasus keracunan pada siswa sekolah. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 45–53.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rochmawati, E., Hidayati, N., & Widyastuti, Y. (2022). Efektivitas pendidikan kesehatan berbasis demonstrasi terhadap kemampuan pertolongan pertama pada siswa sekolah. Jurnal Keperawatan Soedirman, 17(3), 180–188.

Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development (17th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Susanti, R., & Rahmawati, D. (2022). Efektivitas edukasi kesehatan terhadap kesiapsiagaan kader UKS dalam penanganan kegawatdaruratan di sekolah. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 11(3), 210–218.

World Health Organization. (2019). Snakebite Envenoming: A Strategy for Prevention and Control. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2021). Health Education and Health Promotion in Schools. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2024). Snakebite Envenoming. Geneva: World Health Organization.

Unduhan

Diterbitkan

31-07-2026

Terbitan

Bagian

Artikel Pengabdian kepada Masyarakat