Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Pokada
https://journal.khj.ac.id/index.php/jpmkp
<p>Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Pokada (JPMKP) adalah jurnal ilmiah berfokus penagabdian kepada masyarakat bidang kesehatan yang diterbitkan oleh Politeknik Karya Husada yang dipublis sejak Oktober 2024 dengan ISSN - (print), ISSN - (online). Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Pokada (JPMKP) mulai tahun 2024 menerbitkan jurnal setiap tahun 2 kali yaitu bulan Juli dan Desember.</p>Politeknik Karya Husadaid-IDJurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan PokadaPeningkatan Pengetahuan Remaja tentang Pergaulan Bebas Melalui Edukasi Kesehatan di SMK Negeri 3 Kabupaten Buru
https://journal.khj.ac.id/index.php/jpmkp/article/view/301
Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai perilaku berisiko akibat pengaruh lingkungan, teman sebaya, dan perkembangan teknologi informasi. Kurangnya pengetahuan tentang pergaulan bebas dapa meningkatkan resiko terjadinya perilaku yang berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial remaja. Upaya yang diperlukasn salah satunya adalah edukasi kesehatan tentang pergaulan bebas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pergaulan sehat melalui penyuluhan kesehatan di SMK Negeri 3 Kabuaten Buru. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 10 April 2026 dnegan melibatkan 54 siswa. Metode yang digunakan berupa ceramah, menggunakan media PowerPoint, leaflet, dan diskusi tanya jawab. Evaluasi yang dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak (57,4%) setelah penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan dengan kategori yang paling dominan adalah kategori baik menjadi 81,5%. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan edukasi. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpilkan bahwa penyuluhan kesehatan tentang pergaulan bebas efektif meningkatka pengetahuan remaja di SMK Negeri 3 Kabupaten Buru. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua untuk mendukung pembentukan perilaku sehat pada remajaDjahra Warda
Hak Cipta (c) 2026 Djahra Warda
2026-08-242026-08-241111110.58467/jpmkp.v1i1.301Peningkatan Literasi Kesehatan melalui Edukasi dan Skrining Hepatitis di Way Halim Bandar Lampung
https://journal.khj.ac.id/index.php/jpmkp/article/view/300
Hepatitis virus masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, keterbatasan akses terhadap layanan skrining, serta kurangnya kesadaran masyarakat mengenai upaya pencegahan dan deteksi dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai hepatitis melalui edukasi kesehatan dan skrining hepatitis berbasis komunitas di Kelurahan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan promotif dan preventif yang meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta skrining hepatitis menggunakan pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) dan Anti-Hepatitis C Virus (Anti-HCV) dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT). Efektivitas edukasi dievaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test, sedangkan hasil skrining dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 32 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 56 sebelum edukasi menjadi 82 setelah edukasi, atau meningkat sebesar 26 poin. Seluruh peserta memperoleh hasil non-reaktif pada pemeriksaan HBsAg maupun Anti-HCV. Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat, kegiatan ini menghasilkan media edukasi berupa leaflet yang diserahkan kepada mitra sebagai sarana promosi kesehatan berkelanjutan. Program "Hepatitis Aware!" menunjukkan bahwa integrasi edukasi kesehatan dengan skrining hepatitis berbasis komunitas efektif meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat upaya promotif dan preventif, serta berpotensi direplikasi pada komunitas lain sebagai bagian dari pengendalian hepatitis di masyarakat.Intan Poespita Windiyani
Hak Cipta (c) 2026 Intan Poespita Windiyani
2026-07-312026-07-3111122010.58467/jpmkp.v1i1.300Peningkatan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita melalui program edukasi ibu CERDAS
https://journal.khj.ac.id/index.php/jpmkp/article/view/297
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung tercapainya tumbuh kembang anak yang optimal. Namun, masih dijumpai ibu yang belum memahami pentingnya stimulasi perkembangan sesuai dengan usia anak. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Ibu CERDAS (Cerdas Edukasi, Responsif, dan Aktif dalam Stimulasi Perkembangan Anak) di Posyandu ILP Cenderawasih, Kelurahan Jogoyudan, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu mengenai pertumbuhan dan perkembangan balita serta pentingnya pemberian stimulasi perkembangan sejak dini. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik sederhana stimulasi perkembangan sesuai usia anak. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang bekerja sama dengan Posyandu ILP Cenderawasih. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, aktif dalam diskusi, serta mampu mempraktikkan stimulasi perkembangan sesuai arahan tim pelaksana berdasarkan hasil observasi selama kegiatan. Selain itu, leaflet edukasi yang diberikan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi keluarga dan kader posyandu. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam mendukung pemberdayaan keluarga dan memperkuat peran posyandu sebagai sarana edukasi kesehatan untuk optimalisasi tumbuh kembang balita. Kata kunci: balita; edukasi kesehatan; posyandu; stimulasi perkembangan; tumbuh kembang. Riris Chintya Helieniastuti
Hak Cipta (c) 2026 Riris Chintya Helieniastuti
2026-07-312026-07-3111212710.58467/jpmkp.v1i1.297PIJAT BAYI SEBAGAI INTERVENSI KOMPLEMENTER UNTUK MENINGKATKAN BERAT BADAN DAN KUALITAS TIDUR BAYI DI KLINIK HADIJAH
https://journal.khj.ac.id/index.php/jpmkp/article/view/293
Latar Belakang : Pijat bayi, atau yang dikenal dengan istilah baby massage, adalah teknik pemijatan yang lebih mirip dengan usapan lembut atau rangsangan taktil yang dilakukan pada permukaan kulit, serta manipulasi jaringan atau organ tubuh yang bertujuan untuk mempengaruhi kondisi otot, sistem pernapasan, dan memperlancar sirkulasi darah. Ini merupakan salah satu bentuk stimulasi multisensori yang mampu mendukung perkembangan dan pertumbuhan bayi secara optimal, terutama jika dilakukan selama periode emas 1000 hari pertama kehidupannya. Pijat bayi adalah salah satu terapi sentuhan tertua yang dikenali oleh manusia dan juga yang paling populer. Tujuan : Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu terhadap pentingnya pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum ataupun sesudah melakukan terapi pijat bayi Metode : Edukasi dilaksanakan melalui metode ceramah dan demonstrasi langsung diklinik hadijah medan dengan partisipasi sebanyak 12 orang dengan menggunakan leafleat dan lembar balik. Hasil : Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa para peserta telah lebih memahami keenam langkah mencuci tangan sesuai standar WHO, serta keluarga pasien juga lebih memahami faktor-faktor risiko yang menyebabkan pasien jatuh. Sebelum mengikuti edukasi, ada 5 dari 12 peserta (41,67%) yang sudah mengerti materi tersebut. Setelah proses pembelajaran, semua peserta (100%) menunjukkan pemahaman yang memadai. Dengan demikian, terjadi peningkatan pemahaman sebesar 58,33%. Dengan pendidikan ini, diharapkan cara memijat bayi bisa dilakukan terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayi bisa berkembang secara optimal. Yaumil Fauziah
Hak Cipta (c) 2026 Yaumil Fauziah
2026-07-312026-07-3111283510.58467/jpmkp.v1i1.293Pendidikan Gizi Seimbang dan Skrining Risiko Anemia Non-Invasif pada Anak Usia Dini di TK Aisyiyah Kadipiro I
https://journal.khj.ac.id/index.php/jpmkp/article/view/306
<p>Anemia tetap menjadi masalah kesehatan pada anak usia dini yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan kognitif. Salah satu penyebabnya adalah pola makan yang tidak seimbang, terutama karena kurangnya zat besi. Aktivitas pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pemahaman anak mengenai gizi seimbang dan mendeteksi risiko anemia dengan metode skrining non-invasif yang bersahabat bagi anak. Aktivitas ini dilakukan di TK Aisyiyah Kadipiro I dengan melibatkan 90 anak berusia 3-7 tahun. Edukasi disampaikan melalui media poster interaktif dan komunikasi dua arah mengenai konsep isi piring seimbang dan pola makan yang sehat. Skrining risiko anemia dilakukan melalui pengamatan konjungtiva, telapak tangan, dan mukosa mulut, serta analisis pola makan sehari-hari. Hasil menunjukkan bahwa 92,22% dari peserta termasuk dalam kategori risiko rendah dan 7,78% berada pada kategori risiko sedang, tanpa adanya temuan risiko tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas anak memiliki kecenderungan rendah terhadap risiko anemia, namun perhatian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk kelompok yang berisiko sedang. Edukasi gizi seimbang yang dikombinasikan dengan skrining non-invasif dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran serta mendukung deteksi dini risiko anemia pada anak usia dini Kata Kunci: gizi seimbang; risiko anemia; anak usia dini; skrining non-invasif; edukasi kesehatan</p>ita indraswati22
Hak Cipta (c) 2026 ita indraswati22
2026-07-312026-07-3111364710.58467/jpmkp.v1i1.306Edukasi Pertolongan Pertama pada Kader Siswa terhadap Bahaya Gigitan Ular dan Keracunan di Sekolah Wilayah Karawang
https://journal.khj.ac.id/index.php/jpmkp/article/view/309
Kondisi kegawatdaruratan seperti gigitan ular dan keracunan masih menjadi permasalahan kesehatan yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah. Rendahnya pengetahuan kader siswa mengenai pertolongan pertama dapat menyebabkan keterlambatan penanganan serta meningkatkan risiko komplikasi pada korban. Oleh karena itu, edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan kader siswa dalam menghadapi kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader siswa mengenai pertolongan pertama pada kasus gigitan ular dan keracunan melalui edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan desain one-group pre-test–post-test. Sebanyak 321 kader siswa dari beberapa sekolah menengah atas/sederajat di wilayah Karawang mengikuti edukasi yang meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, diskusi interaktif menggunakan media presentasi, leaflet, dan poster, serta diakhiri dengan post-test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,1 menjadi 17,6. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Kesimpulan: Edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan kader siswa mengenai pertolongan pertama pada kasus gigitan ular dan keracunan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan kader siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah.Viky Noviani Hemu
Hak Cipta (c) 2026 Viky Noviani Hemu
2026-07-312026-07-3111485810.58467/jpmkp.v1i1.309