BURNOUT PADA PERAWAT DI PUSKESMAS TAMPAKSIRING 2: STUDI KASUS PENDEKATAN ASUHAN KEPERAWATAN
DOI:
https://doi.org/10.58467/ijons.v6i1.282Kata Kunci:
asuhan keperawatan, burnout, keletihan, manajemen energi, perawat puskesmasAbstrak
Latar Belakang: Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental kronis yang sering dialami tenaga kesehatan akibat tekanan kerja berkepanjangan. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam pelayanan kesehatan primer, terutama di Puskesmas, karena dapat memengaruhi kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Puskesmas Tampaksiring 2 menghadapi peningkatan beban kerja pascapandemi Covid-19, keterbatasan tenaga, serta tuntutan pelayanan yang tinggi sehingga meningkatkan risiko burnout pada perawat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kejadian burnout dan penerapan asuhan keperawatan pada perawat yang mengalami burnout di Puskesmas Tampaksiring 2. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan di Puskesmas Tampaksiring 2 pada bulan Maret–Mei 2025 terhadap 11 perawat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan pengisian instrumen Maslach Burnout Inventory (MBI), dilengkapi telaah dokumentasi beban kerja. Asuhan keperawatan diberikan secara sistematis berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI. Hasil: Sebanyak 54,5% perawat menunjukkan tingkat burnout tinggi, ditandai kelelahan emosional berat, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi. Diagnosis keperawatan utama adalah keletihan. Intervensi manajemen energi dan dukungan psikososial memberikan perbaikan bermakna pada skor MBI setelah empat minggu. Kesimpulan: Burnout pada perawat Puskesmas Tampaksiring 2 berada pada level mengkhawatirkan dan memerlukan intervensi keperawatan serta kebijakan manajemen yang terstruktur.
Referensi
Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2023). Profil kesehatan Provinsi Bali tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
De Oliveira, S. M., Sousa, J. M., & Silva, R. A. (2022). Interventions to reduce burnout among healthcare professionals in primary care settings: A systematic review. BMC Health Services Research, 22(1), 1184. https://doi.org/10.1186/s12913-022-08564-3
Jun, J., Tucker, S., & Melnyk, B. M. (2021). Clinician mental health and well-being during global healthcare crises: Evidence learned from prior epidemics for COVID-19 pandemic. Worldviews on Evidence-Based Nursing, 18(3), 182–184. https://doi.org/10.1111/wvn.12519
PPNI. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia: Definisi dan indikator diagnostik (Edisi 1). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
PPNI. (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia: Definisi dan tindakan keperawatan (Edisi 1). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
PPNI. (2019). Standar luaran keperawatan Indonesia: Definisi dan kriteria hasil keperawatan (Edisi 1). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Putri, A. R., & Handayani, S. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada perawat di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 7(2), 101–109. https://doi.org/10.22146/jkkk.78921
Woo, T., Ho, R., Tang, A., & Tam, W. (2020). Global prevalence of burnout symptoms among nurses: A systematic review and meta-analysis. Journal of Psychiatric Research, 123, 9–20. https://doi.org/10.1016/j.jpsychires.2019.12.015
World Health Organization. (2019). Burn-out an occupational phenomenon: International Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11). World Health Organization. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/burn-out-an-occupational-phenomenon
Yulianti, N. M., & Sari, P. A. (2023). Hubungan beban kerja dengan tingkat burnout perawat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 16(1), 45–53. https://doi.org/10.26751/jiki.v16i1.1122
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Asih Devi Rahmayanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














khj.ac.id
(021) 27801509
politeknikkaryahusada