PENERAPAN PERAWATAN LUKA KONVENSIONAL PADA PASIEN ULKUS DIABETIKUM: STUDI KASUS
DOI:
https://doi.org/10.58467/ijons.v6i1.258Kata Kunci:
Ulkus Diabetikum, Perawatan Luka KonvensionalAbstrak
Abstrak
Latar Belakang: Ulkus diabetikum yaitu adanya luka yang lama sembuh, serta meningkatnya risiko infeksi jika tidak mendapatkan perawatan luka secara tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan perawatan luka ulkus diabetikum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus eksplanatori dengan mengimplementasikan Evidence Based Practice (EBP). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 2 orang. Teknik yang digunakan yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan SOP perawatan luka konvensional menggunakan madu. Hasil: Perawatan luka konvensional menggunakan madu dilakukan selama 3x24 jam didapatkan hasil bahwa luka ulkus diabetikum mengalami adanya perubahan yang lebih baik dengan dibuktikan hasil yaitu luka berwarna kemerahan, tidak terdapat pus, tidak terjadinya pembengkakan, luka tampak lembab, dan hasil gula darah pada kedua pasien tersebut menurun. Kesimpulan: Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar glukosa yang rendah dapat mempercepat penyembuhan luka ulkus diabetikum. Perawatan luka konvensional menggunakan madu juga dapat mempercepat penyembuhan luka ulkus diabetikum.
Referensi
Alfira Danu Yanuar. (2023). Penerapan Perawatan Luka Dengan Kompres Madu Pasien Dengan Ulkus Diabetikum Grade 2. Jurnal Ilmu Kesehatan. https://journal-mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC.
Astuti, W. T., Marhamah, E., & Diniyah, N. (2019). Penerapan Terapi Inhalasi Nebulizer Untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Pada Pasien BronkoPneumonia. Jurnal Keperawatan, 5(2), 7–13. http://ejournal.akperkbn.ac.id
Aurelia Faiza, Z., Alimurdianis, Shinta, B., Aryaldy, Z., Mutiara, A. (2024). “Gambaran Penderita Ulkus Diabetikum yang Menjalani Tindakan Operasi” http://journal.scientic.id/index. php/sciena/issue/view/20
Budi Raharjo, S., Suratmin, R., Maulidia, D., Pratiwi, O., & Meutia Fidela, R. (2022). Perawatan Luka Ulkus Diabetikum: Tinjauan Literatur. Journal Keperawatan, 1(2), 98–104. https://doi.org/10.58774/jourkep.v1i2.15
Dana V, Radka K, Renáta Z. Review Management Of Non-Healing Wounds With Honey Dressings : A Literature Review. Cent Eur Jurnal Nursing Midwifery. 2018;9(3):880-888. doi:10.15452/CEJNM.2018.09.0019
Dimantika, A., Setyorini, Y, (2020). Perawatan Luka Diabetes Mellitus Menggunakan Teknik Modern Dressing. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 9 (2), 160-172. https://doi.org/10.37341/interest.v9i2.210
Falah,M., & Permana, D. (2022). Penggunaan Obat Anti Mual dan Muntah Pada Pasien Mual dan Muntah di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Yarsi Journal of Pharmacology, 1 (2), 61-68, https://doi.org/10.33476/yjp.v1i2.2203.
Fau, P., Tarihoran, D. M., Astuti, D., Manik, M., Evikea, C., Tobing, W. K., & Marbun, E. (2021). Perawatan luka ulkus diabetikum pada ny K. Tridarma: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), 4(2), 1. http://ejournal.iocscience.org/index.php/abdimas/article/view/2435
Ford, C., & Park,L.J. (2020). Assessing and managing nausea and vomiting in adults. British Journal of Nursing, 29 (11), 602-605. https://doi.org/10/12968/njon.2020.29.11.602
Herwinda, H., Kusumajaya, H., & Faizal, Kgz. M. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hypervolemia pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis di ruang hemodialisa Rumah Sakit Medika Stannia Sungailiat tahun 2022. Journal Of Nursing Practice and Education, 3 (2), 119-127. https://doi.org/10.34305/jnpe.v3i2.678
Hidayat I, Pratama R (2020). Journal of Medical Science. Pengaruh Pencucian Luka Operasi Elektif Bedah Saraf Menggunakan Dilusi Povidone Iodine dan Pemberian Madu untuk Mencegah Infeksi Daerah Operasi di RSUD dr . Zainoel Abidin Tahun 2018. 2020:8-13.
Jannah, R. J., Jatimi, A., Azizah, M. J., Munir, Z., & Rahman, H. F. (2020). Kecemasan pasien : A systematic review. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 11(2), 33-37.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Infodatin tetap produktif, cegah, dan atasi Diabetes Melitus. In Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Khumaidi, K., Fitra, Lyvia., dan Isnayati, I. Perawatan Luka dengan Madu dalam Penyembuhan Luka Diabetikum pada Pasien Diabetes Melitus. Journal of Nursing Innovation 1(1):1-4. DOI:10.61923/jni.v1i1.1
Kurdi, F., Kholis, A. H., Hidayah, N., & Fitriasari, M. (2020). Stress Pasien Dengan Ulkus Kaki Diabetikum Di Al Hijrah Wound Care Center Jombang. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 6(1), 128–136. https://doi.org/10.33023/jikep.v6i1.577
Mulyani, W., Sulistyanto, B. A., & Wibowo, B. (2023). Penerapan perawatan luka dengan metode konvensional pada pasien diabetes melitus. Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat, 1.
Noor, Z., (2022). Efektifitas Pemberian Madu Terhadap Luka Ulkus Diabetikum pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Media Kesehatan.
Oliver, T. I., & Mutluoglu, M. (2023). Diabetic foot ulcer. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/ NBK537328/
Puspitasari,F. Purwono,J.,&Immawati,I.(2021). Penerapan Teknik Batuk Efektif Untuk Mengatasi Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak. Jurnal Cendikia Muda, 1(2),230-235.
Putri, R.,.Levina, N.N. (2025). Proses Perawatan Luka Pada Pasien Diabetes Mellitus http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
PPNI. (2017). (SDKI) Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik. Edisi 1. Jakarta DPP PPNI.
Rachmawati, A, S. (2022). Pengaruh Terapi Madu Terhadap Penyembuhan Luka Kaki Diabetik. Healthcare Nursing Journal, 4(1), 236-242.
Ridhania, A. (2016). Efektifitas Inhalasi Dengan Pemberian Posisi Semi fowler Dan Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum Dan Bersihan Jalan Napas Pada Pasien Tb Paru Di Rsup. Persahabatan Jakarta Tahun 2016. 1–19.
Riskesdas (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI 2018. Riset Kesehatan Daerah, Jakarta: Riskesdas: 2018. https://www.depkes go id/resources/download/info-terkini/materi rakorpop 2018/Hasil%Riskesdas 2018.pdf.
Sari, D. M., & Mukhamad, M. (2021). Gambaran Pengelolaan Gangguan Integritas Kulit/Jaringan pada Pasien Post Op Debridement atas Indikasi Ulkus Dm Pedis Dextra di Desa Lungge Kabupaten Temanggung. Indonesian Journal of Nursing Research, 4(2), 99–105
Simbiak, S. (2021). Asuhan Keperawatan Pada Ny. Ms Dengan Diagnosa Medis Diabetes Mellitus Di Ruangan Internal Rumah Sakit Umum Daerah Daya.
Tasalim, R., & Putri, R, M. (2021). Penggunaan Dressing Madu Untuk Penyembuhan Diabetic Foot Ulcers: Narative Review. Caring Nursing Journal, 5(1).
WHO. (2018). Word Health Day 2019. Permasalahan Kesehatan Anak Usia Sekolah. http://www.who.int/health.topics/usia sekolah
Yuliani, R., Yefta, P., Darmareja, R. (2023). Pengaruh Madu Terhadap Penyembuhan Diabetic Foot Ulcers (Studi Literature). Jurnal Keperawatan Cikini, 94-108.
Yurisdawati, (2024). Efektivitas Perawatan Luka Kronik Dengan metode Wound Healing Dressing Terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetikum Di Praktek Perawat Pusat Perawatan Luka, Stoma, Inkontinensia Asri Wound Care Center Medan. Jurnal Media Informatika, 6 (2). http://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jumin
Zeng, Z., Huang, S. Y., & Sun, T. (2020). Pharmacogenomic Studies of Current Antidiabetic Agents and Potential New Drug Targets for Precision Medicine of Diabetes. Diabetes Therapy, 11(11), 2521–2538. https://doi.org/10.1007/s13300-020-00922
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Badriah Ainun Fadillah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














khj.ac.id
(021) 27801509
politeknikkaryahusada