MANAJEMEN PERAWATAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT WILAYAH JAKARTA TIMUR

Penulis

  • Gusrina Komara Putri Manajemen keperawatan
  • Indah Apprillianti Waluyo
  • Tsania Ayu Zaharany

Kata Kunci:

diabetes melitus, perawatan luka, ulkus diabetikum

Abstrak

Latar belakang: DM Tipe II merupakan penyakit kronis karena adanya gangguan pada metabolisme yang menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah. Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi dari DM Tipe II yang terjadi karena penurunan sirkulasi perifer yang sangat dipengaruhi oleh tingginya kadar glukosa darah dan berhubungan erat dengan penyakit arteri perifer. Maka dari itu perlu dilakukan perawatan luka diabetik dan kepatuhan terhadap diet agar terhindar dari komplikasi lain. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien DM Tipe II dengan ulkus diabetikum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus dimana mengambil dua pasien dengan kasus yang sama. Penelitian menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah meliputi lima proses keperawatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan berupa perawatan luka pada Tn. S selama 3x24 jam pasien masih mengeluh nyeri pada luka dipunggung saat bergerak, luka masih mengeluarkan pus dan area kulit sekitar luka kemerahan dan berbau. Leukosit masih tinggi 15.12 10^3/uL. Setelah dilakukan tindakan keperawatan berupa perawatan luka pada Tn. F selama 2x24 jam pasien masih mengeluh nyeri pada luka dikaki saat bergerak, tidak ada rembesan pus namun kulit area sekitar luka tampak kemerahan kering mengelupas Leukosit sudah menurun 10.35 10^3/uL. Kesimpulan: Hasil studi kasus ini disimpulkan bahwa peran perawat adalah menganjurkan dan mengajarkan diet, monitor gula darah, olahraga, minum obat dan perawatan luka secara mandiri dengan rajin dan rutin kontrol ke pelayanan kesehatan.

Referensi

Bereda, G. (2022). Complication of Diabetes Mellitus: Microvascular and Macrovascular Complications. International Journal of Diabetes, 3(1), 123–128.

Bodman, M. A., & Varacallo, M. (2023). Peripheral Diabetic Neuropathy. New York: StatPearls Publishing.

Decroli, E. (2019). Diabetes Melitus Tipe II. Padang: Pusat Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakulltas Kedokteran Universitas Andalas.

Hadinata, D., & Abdillah, A. J. (2018). Metodologi Keperawatan. Bandung: Widina Media Utama.

Kemenkes RI. (2020). Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Direktorat P2PTM Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2021). Infodatin 2020: Tetap Produktif, Cegah, Dan Atasi Diabetes Melitus. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Maria Erta, Marfuah. (2023).Jurnal ilmu kesehatan mandira cendekia: 67–76.

PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi Dan Indikator Diagnostik Tahun 2017. Jakarta: DPP PPNI.

PPNI. (2019). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi Dan Indikator Diagnostik Tahun 2019. Jakarta: DPP PPNI.

Wijayanti, E. S., & Iswatun, R. K. (2021). Family Nursing Care With Diabetes Mellitus Problems Readiness To Increase Family Coping: a Case Study in Lamongan. Journal of Vocational Nursing, 2(1), 128–131. https://www.academia.edu/download/79413971/15980.pdf

Diterbitkan

2026-01-08